facebook twitter pinterest gplus  

Kamis, Desember 22, 2016

Mengenal Lebih dekat Siapa Zakaria Saman “Apa Karya”

Zakaria Saman "Apa karya" lahir di keumala Dalam, Kabupaten Pidie pada 1 Januari 1946 ia adalah mantan menteri pertahanan GAM, di masa konflik sempat dikejar-kejar aparat keamanan Indonesia hingga akhirnya melarikan diri ke luar negeri tepatnya pada Maret 1978 zakaria saman melarikan diri ke swedia bersama Zaini Abdullah dan  menjadi warga negara disana, dan menghabiskan sebagian hidupnya di luar negeri.


Pelarian ke swedia dia lakukan melalui Malaysia, ia di tunjuk langsung oleh Hasan Tiro untuk menjabat sebagai menteri pertahanan GAM, Zakaria Saman juga merupakan mantan anggota ‘Grup 42" yakni kombatan GAM yang mendapat pelatihan militer pertama sekali di Swedia pada tahun 1985 satu angkatan dengan Muzakir Manaf.

Apa Karya merupakan panggilan akrabnya saat masih di Partai Aceh, perannya juga tergolong besar apa karya bersama dengan Zaini Abdullah dan Malik Mahmud menduduki posisi Tuha Peuet, yang punya wewenang  besar di partai Aceh. Apa karya mundur pada Rabu 23 Maret 2016 ia mundur dengan alasan untuk fokus mencalonkan diri sebagai Gubernur Aceh pada Pilkada tahun 2017 melalui jalur Independen.

Ini Sesuai dengan Qanun Nomor 5 Tahun 2012 Tentang Pemilihan Gubernur /Wakil Gubernur, Bupati/ Wakil Bupati, dan Walikota Wakil Walikota sebagaimana Pasal 24 huruf h dengan bunyi mengundurkan diri dari keanggotaan Partai Politik atau Partai Politik Lokal paling lambat 3 (tiga) bulan sebelum pendaftaran calon

Tahun 2000-an nama Apa Karya sempat menghiasai media internasional ketika disebut  ikut memasok senjata dari Thailand ke Aceh. Namun info yang kami kutip dari wawancara Serambi Indonesia saat ditanyakan hal tersebut pada dirinya apakah pernah ke Thailand semasa konflik untuk mendapatkan senjata api, Zakaria hanya tertawa. “Mana ada senjata AK di Thailand. Itu daerah wisata...ha.. ha .ha,” kata pria ini. Zakaria mengaku kerap keluar-masuk Thailand, karena negeri Gajah Putih ini dekat dengan Aceh. “Ini memudahkan saya untuk keluar-masuk Aceh,” kata ia membuka rahasia. 


0 komentar