facebook twitter pinterest gplus  

Kamis, Desember 01, 2016

PNS dapat Himbauan Memilih Calon ini di Pilkada 2017

aceh.my.id - Baru-baru ini beredar selebaran kertas himbauan kepada seluruh Pegawai Negeri Sipil dan pegawai kontrak untuk memilih pasangan calon bupati dan wakil bupati, Irfan TB dan Tgk Yusri untuk Kabupaten Aceh Jaya dan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf dan TA Khalid untuk Gubernur Aceh pada Pilkada 2017 yang mengagetkan adalah surat himbauan ini mengatas namakan Tim Pemenangan Partai Aceh
Namun tidak lama setelah surat tersebut beredar Juru bicara Partai Aceh daerah Aceh Jaya, mengkonfirmasi hal tersebut, dia menyebutkan  selebaran tersebut bukan dari pihak mereka, ini seperti yang tim aceh.my.id kutip dari ajnn.com yang sempat menghubungi perwakilan PA Muhajir (Jubir PA Aceh Jaya) menegaskan dan mengatakan Hana beutoi nyan (tidak benar itu). Itu hanya provokasi yang tidak suka dengan Partai Aceh


Duagaan kuatnya memang hal ini merupakan ulah dari pihak-pihak yang ingin mengprovokasi Partai Aceh dan juga merusak Pilkada damai Aceh 2017, lantasan dari kalimat tersebut mengandung kalimat ancaman seperti “apabila tidak mematuhi akibatnya juga tanggung sendiri”
Isi Selembaran Surat himbauan tersebut begini
1. Kami mohon kepada seluruh pengawai negeri sipil, baik pegawai kantor, guru, dan pegawai kontrak wajib memilih pasangan dari Partai Aceh (pasangan Drs. T Irfan TB dan Tgk Yusri) ingat jika tidak mengindahkan seruan ini maka akibatnya tanggung sendiri.
2. Untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur juga diwajibkan memilih dari Partai Aceh yaitu pasangan (Muzakir Manaf dan Ir. TA. Khalid) bila tidak mematuhi akibatnya juga tanggung sendiri.
3. Untuk PNS dan pegawai kontrak dilarang keras untuk menghadiri/mengikuti kampanye yang bukan dari Partai Aceh, apabila kedapatan ingat.
4. Dilarang menggunakan embel-embel yang bukan warna merah, ingat warna kuning (Golkar) dilarang keras bagi pegawai untuk memakainya karena warna kuning adalah lawan Partai Aceh.
Pada dasarnya hal ini sangat disayangkan, mengingat dari keseluruhan pihak calon gubernur dan bupati Aceh yang akan bersaing di pilkada kedepan ini saja sudah berkomitmen untuk menjalankan pilkada damain, masih ada saja pihak-pihak yang menyebarkan hal-hal bersifat memprofokasi dan ancaman, semoga hal ini tidak kembali terjadi.

0 komentar