facebook twitter pinterest gplus  

Minggu, Maret 26, 2017

Menilik Fenomena Pesawat Militer AS Mendarat Darurat di Aceh

Jum’at (24/3) Suasana berbeda terlihat di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh, pasalnya pada hari tersebut terlihat sebuah pesawat milter Amerika Serikat yang berukuran besar mendarat darurat di bandara SIM karena salah satu dari empat mesin pesawat  tersebut terbakar. Sebelum mendarat darurat, pesawat tersebut itu sempat berputar-putar di udara. Penerbang pesawat itu menghabiskan bahan bakar untuk menghindari potensi ledakan saat pendaratan.


Pesawat United States Air Force dikabarkan mengangkut 20 personel militer, Dari 20 personel militer AS yang diangkut pesawat tersebut hanya 12 yang membawa dokumen resmi berupa paspor. Awalnya, hanya kru yang memiliki paspor yang diperbolehkan meninggalkan bandara dan sisanya tetap berada di pesawat, namun setelah ada koordinasi dari Kedubes AS dan pihak imigrasi, diizinkan untuk menginap di hotel tapi tidak boleh keluar dari hotel.

United States Air Force berangkat dari Diego Garcia, yaitu sebuah pulau kecil di Samudera Hindia pulau tersebut berbentuk tapal kuda, beriklim tropis dengan hutan lebat dan pantai berpasir putih. Pulau Diego Garcia terletak di lokasi yang strategis yaitu diantara Afrika Timur, Timur Tengah, dan Asia Tenggara, hal ini yang membuatnya menjadi aset penting untuk menjadi tempat pemasok pasukan angkatan laut dan kekuatan udara ke Asia serta Timur Tengah. Diego Garcia  juga pernah menjadi landasan untuk misi pengeboman Irak selama Perang Teluk pertama pada tahun 1991, perang di Afghanistan pada 2001 dan Irak tahun 2003.

Pulau Diego Garcia menurut catatn sejarah merupakan teritori Inggris yang disewakan kepada Amerika Serikat pada saat perang dingin untuk keperluan pangkalan militer terutama angkatan laut. Dalam upaya pembuat jalan bagi pangkalan militer, sekitar 2.000 pribumi diusir secara paksa dari pulau ini oleh pemerintah Inggris antara 1968 dan 1973. Para penduduk pulau telah lama menggugat haknya untuk kembali ke asal mereka.

Rute pesawat yang dipiloti oleh Joshua Bosworth ini adalah dari pulau diego Garcia menuju Haneda, Jepang. Haneda merupakan salah satu dari dua bandar udara  Internasional untuk Tokyo Raya, Jepang.  Bandara ini terletak di Ōta, Tokyo, 14 km sebelah selatan Stasiun Tokyo. Sebutan Haneda lebih populer dibandingkan Bandar Udara Internasional Tokyo, untuk membedakannya dari Bandara Internasional Narita yang pernah dinamakan "Bandara Internasional New Tokyo"


Sumber Gambar : Republika.com

Kabar terbaru menyebutkan Pesawat cargo militer Amerika Serikat mendarat darurat di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM),  akan sekitar seminggu menginap di Aceh sembari menunggu perbaikan mesin, menunggu dikirimnya teknisi dan peralatan ke Aceh. hal ini setelah berkoordinasi dengan pihak Atase Pertahanan AS dan Kedubes AS, diketahui bahwa pesawat itu akan berada di Bandara Sultan Iskandar Muda antara lima hari hingga satu minggu kedepan

0 komentar