facebook twitter pinterest gplus  

Minggu, Desember 27, 2015

Sultan Iskandar Muda, Sosok Pemimpin Aceh yang Luar Biasa

aceh.my.id - Sejarah panjang Aceh memang tidak akan habis untuk dibahas, dikarena begitu banyaknya mulai dari masa kerajaan kerajaan Islam, Perlawan Aceh terhadap penjajahan belanda, jepang dan hingga tokoh tokoh Aceh masa lalu yang luar biasa, salah satunya  adalah Sultan Iskandar Muda, sosok pemimpin kerajaan Aceh yang pernah membawa Aceh dimasa keemasannya hingga menjadi salah satu kerajaan dengan peradaban islam terbesar di dunia


Sultan Iskandar Muda putra dari Puteri Raja Indra Bangsa, dan ayahnya adalah Sultan Alauddin Mansur Syah yang merupakan putra Sultan Abdul Jalil bin Sultan 'Alaiddin Ri'ayat Syah Al-Kahhar.Sultan Iskandar Muda Besar dalam lingkungan istana, ketika telah cukup umur Iskandar Muda dikirim ayahnya untuk belajar pada Teungku Di Bitai, salah seorang ulama dari Baitul Mukadis pakal ilmu falak dan ilmu firasat.Iskandar muda mempelajari ilmu nahu dari beliau. Selanjutnya ayah Iskandar Muda mulai menerima banyak ulama terkenal dari Mekah dan dari Gujarat.Di antaranya adalah tiga orang yang sangat berpengaruh dalam intelektual Iskandar Muda, yaitu Syekh Abdul Khair Ibnu Hajar, Sekh Muhammad Jamani dari Mekah dan  Sekh Muhammad Djailani bin Hasan Ar-Raniry dari Gujarat.

Dinobatkan pada tanggal 29 Juni 1606, Sultan Iskandar Muda memberikan tatanan baru dalam kerajaannya. Beliau mengangkat pimpinan adat untuk tiap suku dan menyusun tata negara sekaligus qanun yang menjadi tuntunan penyelenggaraan kerajaan dan hubungan antara raja dan rakyat.Selama 30 tahun masa pemerintahannya (1606 - 1636 SM) Sultan Iskandar Muda telah membawa Kerajaan Aceh Darussalam dalam kejayaan semestinya ini bisa di contoh oleh pemimpin-pemimpin Aceh saat ini begitu juga pemimpin-pemimpin Indonesi. Lebih hebatnya lagi Saat itu, kerajaan ini telah menjadi kerajaan Islam kelima terbesar di dunia setelah kerajaan Islam Maroko, Isfahan, Persia dan Agra,

Seluruh wilayah semenanjung Melayu telah disatukan di bawah kerajaannya dan secara ekonomi kerajaan Aceh Darussalam telah memiliki hubungan diplomasi perdagangan yang baik secara internasional, sangat jauh berbeda dengan pemerintahan saat ini, semoga di PEMILU tahun depan Aceh kembali mendapatkan pemimpin seperti Sultan Iskandar Muda

Rakyat Aceh pun mengalami kemakmuran dengan pengaturan yang mencakup seluruh aspek kehidupan, yang dibuat oleh Iskandar Muda. Luar bisa rakan sungguh Sultan Iskandar Muda menjadi tokoh pemimpin yang paling menginspirasi, semoga di Aceh kembali lahir para pemimpin pemimpin yang mempunyai Intelektual seperti Sultan Iskandar Muda yang nantinya bisa membawa kembali kejayaan Aceh.

Menurut tradisi Aceh, Sultan Iskandar Muda membagi wilayah Aceh ke dalam wilayah administrasi yang dinamakan Ulèëbalang dan Mukim, ini dipertegas oleh laporan seorang penjelajah Perancis bernama Beauliu, bahwa "Iskandar Muda membabat habis hampir semua bangsawan lama dan menciptakan bangsawan baru." Mukim  pada awalnya adalah himpunan beberapa desa untuk mendukung sebuah masjid yang dipimpin oleh seorang Imam (Imeum). Ulèëbalang (Hulubalang) pada awalnya barangkali bawahan utama Sultan, yang dianugerahi Sultan beberapa Mukim, untuk dikelolanya sebagai Pemilik Feodal. 

Nama sultan Iskandar Muda bisa dibilang tidak akan hilang dari ingatan masyarakat Aceh, pasalnya kontribusi beliu saat memimpin kerajaan Aceh sangat besar, dan kepemimpinan beliu sangat berpengaruh, sehingga mengapa saat ini nama beliu diabadikan menjadi salah satu nama Bandara besar di provinsi Aceh, yaitu Bandara Sultan Iskandar Muda selain itu nama beliu juga menjadi nama salah satu SMP dan SMA di Aceh. 

Selain itu Melalui Surat Keputusan Presiden RI No. 077/TK/ Tahun 1993 tanggal 14 September 1993, Sultan Iskandar Muda dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Pemerintah RI serta mendapat tanda kehormatan Bintang Mahaputra Adipradana (Kelas II). Sebagai wujud pernghargaan terhadap dirinya, nama Sultan Iskandar Muda diabadikan sebagai nama jalan di sejumlah daerah di Tanah Air, Nama Sultan telah di Abadikan sebagai Kapal Perang KRI Sultan Iskandar Muda, Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda dan Kodam Iskandar Muda Nanggroe Aceh Darussalam.

2 komentar:

  1. sultan memang tiada duanya... belum ada pemimpin sekaliber beliau hingga kini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya benar rakan, patut dibanggakan :D

      Hapus