facebook twitter pinterest gplus  

Minggu, Januari 17, 2016

Sanger, Kopi Susu Aceh dengan Cita Rasa yang Khas

aceh.my.id - Kopi Sanger (Sanger Coffee -Eng) merupakan salah satu minuman kopi khas Aceh yang terdiri dari campuran kopi dan susu kental manis, sanger memiliki komposisi kopi dan susu 3/1 (Tiga Banding Satu) lain dari itu juga kopinya harus yang disaring dengan kekhasan barista kapi saring Aceh, inilah yang membedakan dengan kopi susu pada umumnya, dari cita rasa rendiri jau berbeda

Minuman ini sendiri biasa di sajikan di setiap warung kopi yang ada di Aceh mulai warung kopi tradisional hingga yang berkonsep modern, minuman sanger paling dikmat diminum saat pagi hari sebelum memulai aktifitas, saat ini segelas harga kopi sanger berharga pada kisaran kurang lebih Rp.8000, di siang hari kopi sanger dingin juga tidak kalah menariknya, asli bisa mendahakan dahaga


Cita Rasa yang khas dan mantap dari kopi sanger sendiri didapatkan dari campuran susu dan gulanya betul-betul disesuaikan oleh peraciknya inilah yang membuat minuman kopi Sanger menjadi salah satu minuman khas Aceh yang unik dan berbeda dari kopi susu

Baca Juga:

Konon menurut cerita minuman kopi sanger mulai dikenal di warung kopi sejak tahun 1990. Berawal dari keinginan sejumlah mahasiswa yang berkantong tipis, tetapi ingin menikmati minuman kopi susu bercita rasa tinggi, kemudian mereka mulai bernegosiasi dengan pemilik warung kopi, dan minta sama-sama mengerti bahwa mahasiswa tidak punya banyak uang, tapi sesekali ingin minum kopi susu.

Kata “sama-sama ngerti”  sendiri kemudian disingkat menjadi “sanger” inilah yang kemudian dijadikan istilah oleh para mahasiswa yang nongkrong di warung kopi tersebut tepatnya di Solong Ulee Kareng, untuk bisa menikmati kopi plus susu yang minim harga karena uang mereka (mahasiswa -read) sedikit, makanya susunya juga tidak banyak, hanya seperdelapan ukuran gelas saja, lalu diberi kopi yang disaring.

Selain cerita di atas ada juga yang menduga bahwa sanger berawal  pada saat seorang  pelanggan yang minta dibuatkan kopi susu, dimana susunya sedikit, gulanya sedikit dan kopinya banyak, setelah selesai membuat pemilik warung kopi tersebut berkata “ini sanggeng namanya, kopi bukan, susu juga bukan”. Sanggeng adalah kata bahasa Aceh yang berarti bodoh, disebut bodoh karena kopi pesanan ini tidak jelas bentuknya, bukan kopi dan bukan kopi susu pula, lambat laun istilah sanggeng ini bergeser menjadi sanger.


Kopi hitam yang diracik dengan cara menyarin yang ditarik tinggi oleh barista saring itulah yang menciptakan cita rasa khas dari sanger, sehingga semakin hari sanger semakin popular dikalangan masyarakat Aceh sehingga saat ini seringkali menjadi minuman yang wajib ketika sedang nongkrong di warung kopi, dan juga menjadi minuman wajib bagi wisatawan yang sedang berkunjung ke Aceh

0 komentar